Batik Pekalongan atau Solo? Begini Cara Membedakannya

Batik Pekalongan - Geliat masyarakat untuk mengenakan kain batik sebagai pelangkap koleksi baju fashion semakin terlihat. Beragam batik nusantara yang memiliki motif dan corak menawan seringkali menjadi incaran busana yang banyak dipilih oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Batik Pekalongan atau Solo? Begini Cara Membedakannya

Namun, di antara jenis-jenis kain batik yang banyak beredar di pasaran, kain batik Pekalongan dan Solo memang menempati posisi teratas yang paling banyak digemari dan diburu orang. Seperti apa sih motif batik Solo dan Pekalongan tersebut dan apakah yang membuat kedua kain warisan budaya ini menjadi berbeda?

Inilah cara mudah mengenali batik Solo dan Pekalongan

Motif

Tentu cara yang paling mudah untuk mengenali kedua jenis kain batik ini adalah dengan mencermati motifnya. Motif kain batik Solo pada umumnya lebih konservatif dan lebih dekat dengan nuansa keraton seperti wayang. Tak hanya itu, motif kain batik Solo juga memiliki nilai filosofi yang mendalam. Sebagai contoh, motif batik truntum yang bermakna menuntun atau membimbing. Motif batik ini biasanya dikenakan oleh orang tua pada saat melepas sang anak dalam pesta pernikahan.

Baca Juga : 7 Tips Cara Rileks Total Dikala Stress

Di sisi lain, motif batik Pekalongan akan terlihat jauh lebih variatif dibandingkan dengan batik Solo lantaran mengalami perkembangan pesat hingga ke sekitar daerah pantai di Pekalongan Kota, Buaran, Pekajangan, dan Wonopringgo. Soal filosofi, motif batik Pekalongan lebih mengarah pada filosofi pesisir seperti laut, nelayan, dan ombak.

Bahan

Hal kedua yang bisa Anda lakukan untuk mengenali batik Pekalongan ataupun Solo adalah dengan melihat bahannya. Memang secara umum, bahan batik Pekalongan dan Solo menggunakan jenis kain yang tak jauh berbeda. Akan tetapi, bahan batik Pekalongan akan lebih banyak didominasi kain-kain khusus seperti sutra, sun wash, dan katun.

Untuk kain katun, Batik Pekalongan akan menggunakan dua jenis berbeda, yakni katun primisima yang memiliki kualitas ekspor dan juga katun prima yang memiliki kemampuan untuk menyerap keringat dan tak panas saat digunakan. Di sisi lain, untuk kain batik Solo, jenis tekstil yang paling sering digunakan adalah katun prima dan sangat jarang menggunakan jenis-jenis bahan tekstil lainnya.

Nah itulah cara mudah bagi Anda untuk membedakan kain batik Pekalongan dan Solo saat hendak membelinya di pasar. Bila masih kesusahan untuk membedakan keduanya Anda bisa mendatangi pusat pasar batik tradisional seperti pasar Klewer yang menjual batik Solo dan Pasar Setono yang menjual kain batik Pekalongan. Selamat berbelanja!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Batik Pekalongan atau Solo? Begini Cara Membedakannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel